Kilas Tiga : Satu Tahun yang Panjang
Halo!!!
Selamat pagi / siang / sore / malam / dini hari, tergantung dari kapan waktu kalian membaca tulisanku ini. Tengah malam di 18 Desember, aku memutuskan untuk berbagi mengenai betapa panjangnya tahun ini sudah aku lewati, kita semua lewati.
14 hari menuju tahun 2022 yang baru, apa saja kah yang sudah kalian lewati, rasa, pelajari, dapat, jalani dan temukan di tahun 2021 ini?
Kalau kalian masih memikirkannya, I'll go first!
Tahun ini berasa sangat panjang dan begitu nyata aku lalui, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada satu perasaan lega, bahagia dan tuntas yang aku rasakan karena di tahun ini semua "hal normal" yang dulu aku punya sebelum pandemi mulai kembali dan di satu sisi, aku mulai terbiasa dan menerima beberapa "hal normal" baru.
Awal tahun 2021 aku buka dengan sangat sumringah. Waktu itu untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu, aku bisa mengajak kedua orang tua dan adik-adik perempuan makan bersama (aku yang traktir HAHAHA) dan tentunya menghabiskan waktu dengan pacar, lebih dekat dengan keluarganya juga.
Bulan-bulan pertama juga aku isi dengan hal baru, berpetualang menjadi tim bantuan khusus untuk para penyintas "banjir yang paling parah di Kalimantan Selatan". Banyak pelajaran dan sisi lain dari dunia yang aku lihat selama pengalaman itu. Pertama kalinya berkeliling naik klotok, merelakan diri yang sangat malas dan egois ini berjalan jauh di tengah banjir untuk mengantarkan sembako dan ikut mengerahkan tenaga menyiapkan bantuan-bantuan yang diperlukan. Kala itu, satu hal yang sangat terpatri adalah aku menemukan kenyataan kalau "Tuhan sangat suka melukis. Tuhan melukis dengan baik dan rata setiap sisinya bagi ciptaan, alam, keadaan dan segala rupa yang nampak maupun tidak. Nurani manusia salah satunya." Yang unik adalah aku sadar kalau seberapa hebat dan indah "lukisan" Tuhan hanya terlihat dan terukur sesuai taraf dan seterbuka mana masing-masing hati dan mata manusia yang menyadari atau melihatnya.
Pasca bencana yang cukup menggemparkan kala itu, hari-hari berjalan seperti biasa dimana aku akhirnya masuk di semester genap perkuliahan tahun kedua kemudian tiba hari berulang tahun yang dinanti. Untuk pertama kalinya juga aku bisa mengadakan pesta makan keluarga, sahabat dan tentunya, pacarku! Hari ulang tahun di penghujung usia kepala 1 yang sangat berkesan dan membanggakan karena aku bisa menggelarnya dari hasil keringat sendiri.
Bulan demi bulan berjalan dan dari awal hingga tengah tahun 2021, aku banyak dihadapkan dengan hal-hal baik, seperti penerimaan diri yang lebih mawas, keharmonisan dan semakin eratnya hubungan, bertambahnya relasi dan kedamaian diri (jadi aku berdamai dengan segala masalah maupun orang-orang yang berselisih, benar-benar lepas rasanya...)
Tapiii yang mengejutkan pun datang. Ibarat roller coaster, memang hidup keadaannya naik turun. Ada perselisihan keluarga yang kuhadapi dan begitu memukul, kenyataan bahwa ada orang-orang yang bersikap mereka baik saja tapi menyimpan amarah yang tidak kupahami asalnya dari mana sampai kepasrahan yang bermuara ke keinginan "yasudahlah capek berhenti saja". Banyak pergumulan sana dan sini, tiap hari rasanya makin berat sampai aku perlu konsultasi kala itu. Dibalik semua pergumulan dan rendahnya semangat kala itu, satu pelajaran yang kembali aku dapat adalah "Jangan terlalu dalam semua yang fana di dunia. Tidak terlalu senang, tidak terlalu bersedih, tidak percaya keterlaluan."
Berangkat dari hal itu, awalnya sih memang sedih dan merasa "wah, dunia ternyata begini". Tapi seiring berjalannya waktu, malah-malah kutemukan diriku bersyukur dan merasa sangat baik adanya mengerti alur dunia dan seisinya (ibarat ditempa sejak dini....)
Setelah hari-hari panjang dilewati, aku kembali menguatkan diri, melembutkan hati dan menjernihkan pikiran. Memang benar-benar ada rasa pasrah luar biasa, tapi juga penerimaan seikhlas-ikhlasnya di waktu bersamaan. Kalau diingat-ingat, bersyukur sekali aku punya sosok Ika yang mau mendampingi dan paham setiap hal absurd yang kulakukan, sahabat-kerabat yang mendengarkan sumpah serapah dan tangisan pasrah daannnn diriku sendiri yang sangat kuat tentu saja!
Hasil tidak mengkhianati usaha, ternyata menuju akhir-akhir tahun ini banyak berkat yang aku terima. Satu, aku lolos satu-satunya beasiswa yang kucoba dalam satu kali percobaan. Dua, aku dapat kesempatan menjadi asisten psikolog. Dan ketiga, keadaan keluargaku makin membaik, kerekatanku dengan keluarga Ika makin baik, jalinan persahabatan dan pertemananku makin baik dan luas pula. Seperti tiba-tiba dalam satu malam, semua isak tangis jadi limpahan dukungan dari mana-mana. Hatiku penuh dengan syukur, lega dan cinta! <3
Keadaan di sekitarku pun begitu. Ika kembali aktif mengejar passion-nya, sahabat-sahabatku mulai makin rekat dan kami lebih terbuka, aku bertemu beberapa teman lama dan mengobrol ringan yang menyenangkan sampai adik-adikku juga punya banyak mimpi dan pencapaian yang jadi nyata.
Meskipun akhir-akhir ini aku kewalahan menyesuaikan diri dengan jadwal tugas menugas dan beberapa kewajiban, sempat syok karena adaptasi di lingkungan dan pekerjaan baru, dapat banyak teguran dan revisi, jatuh bangun merasa rendah diri sampai kembali semangat; hatiku tidak pernah gentar dan tidak lagi keras. Yah meskipun tetap, yah, sumpah serapah masih sering keluar dan rasanya tidak mungkin dalam satu hari aku tidak menyumpah.
Kuakui, tahun 2021 BERAT dan SANGAT TERASA. Tapi, tahun 2021 ini juga PENUH CINTA dan MENYENANGKAN UNTUK DIRASA.
Mungkin diluar sana ada yang tahun 2021 tidak semenyenangkan aku atau ada pula yang tidak seberat aku. Bisa juga ada yang tahun ini dilimpahi semua berkat pencapaian atau juga ada yang rasanya begitu terpukul dan jatuh.
Mungkin ada yang banyak mendapatkan kabar buruk di tahun 2021, disaat yang lain malah mendapatkan banyak kabar baik.
Apapun keadaan, rasa, dan perjalanan yang dilampaui di tahun 2021, terima kasih kita semua telah hebat dan begitu kuat untuk bertahan di tahun ini! Untuk kita semua yang tetap menepati janji, untuk kita semua yang senantiasa mengukir senyuman, untuk kita semua yang juga menahan isak tangis dalam diam.
Semoga di tahun 2022 nanti, banyak hal baik dan bahagia yang menanti untuk ditemui dan dirasakan, untuk dipeluk dengan erat.
Semoga doa dan harap yang dilantunkan sepenuh hati, sampai pada hati Sang Kuasa yang berhak di atas sana.
Salam bahagia.
Salam enjoy dari Jenjoi!
ps : rekomendasi bacaan yang menyenangkan dan penuh makna kali ini adalah "Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang" karya Luis Sepùlveda.
Selamat membaca!
Komentar
Posting Komentar