Lembar Dua : Double MeMe

 Selamat bulan September!

di tahun penuh kejutan ini gak kerasa sudah lewat 8 bulan dan oke here we go untuk bulan kesembilan

Dengan Jenjoi hari ini mau berbagi apa ya, cerita? Mungkin lebih tepatnya pandangan hidup? Yah apapun yang kalian labeli tulisan ini. 

Double MeMe disini punya arti MenerimaMemberi dan MemberiMenerima. Kenapa ya? Jadi belakangan, oh bukan, sepanjang waktu aku hidup di dunia ini mulai dari lahir sampai sekarang aku selalu percaya si konsep Double MeMe ini mengiringi tiap perjalanan hidupku.

Kenapa dimulai dengan menerima? Karena aku sendiri banyak menerima pada awalnya dan aku yakin kita semua seperti itu (cheers untuk kalian yang sependapat). Agak religius sedikit, Tuhan memberikan aku kesempatan untuk terbentuk melalui kedua orang tuaku dan yah mengizinkan jiwaku untuk menetap dalam raga yang ada sampai sekarang. Satu hal, aku menerima kesempatan pertama. Kemudian kehadiranku memberikan kebahagiaan kepada orang tua dan kerabat disekitar. Dan kemudian orang tuaku memberi perlakuan khusus, aku menerima nutrisi dari Ibuku dan begitu seterusnya sampai aku tumbuh sekarang. 

Berbicara mengenai kaitannya sepanjang hidup, ada satu pengalaman yang sebenarnya mencetuskan konsep ini terlahir di benakku dan ketika dipikir "SIP BETUL SEKALI!". 

Jadi, aku bekerja sebagai seorang barista di kedai kopi milik kenalan Ibuku, sebut saja Koko. Beliau merupakan suami dari teman ibuku yang cukup akrab dan singkat cerita, ia yang menolongku diawal perjalanan ketika aku ditentang ingin melanjutkan studi di bangku perkuliahan. Sudah sekitar satu tahun aku bekerja dan puji syukur gaji yang kuterima cukup untuk melanjutkan studi dan memenuhi kebutuhan hidup layaknya mahasiswa. 

Dari awal aku bekerja, satu hal yang akan selalu aku sebut dan bagikan apabila ditanyakan banyak orang adalah tentang betapa begitu pemberi dan welas asihnya seorang Koko. Belakangan, ketika memasuki pembayaran biaya semester ganjil, gaji yang kukumpulkan tidak mencukupi karena dipinjam untuk urusan keluarga. Ketika akhirnya pikiran buntu ditemui, aku menghadap Koko dan berucap "Boleh tidak ya gaji yang bulan ini biasa kusisihkan aku ambil full saja?" 

Koko bilang tidak perlu, ini silakan ada uang pakai saja dan urusan mengembalikannya bisa potong cicil gaji beberapa bulan. Aku menyetujui dan tau-tau setibanya waktu terima gaji bulan berikutnya, gajiku tidak dipotong sama sekali dan tau apa yang Koko ucapkan? 

Oh gak perlu, itu saya beri aja.. Tuhan pelihara kok. 

Wah, bisakah anda pembaca sekalian membayangkan bagaimana keadaan saya mendapat pesan seperti itu? Tidak ada kata yang bisa dirangkai cukup selain terima kasih dan terdiam sepanjang malam. 

Disini, konsep Double MeMe juga selalu terjadi di kejadian baik yang lain dalam hidup. Koko adalah satu pribadi yang paling membuat aku menyadari hal ini. Sepanjang sejarah hidupnya, Koko juga merupakan manusia yang tumbuh dengan segudang cerita hidup dari pahit dan manis. Koko menerima kesempatan yang sama seperti kesempatan yang aku dapatkan. Dan kemudian, Koko memberikan bantuan untuk mendapat kesempatan yang sama kepada orang-orang lain. Maksudku disini adalah Koko menerima kebaikan yang tak terhingga dalam hidupnya dan begitupun Koko memberi kembali kebaikan tak terhingga pada sesama disekitar. Bukannya berkurang, Koko kembali terus menerus menerima kebaikan pula dan terus menerus memberikan kebaikan lagi. Padahal Koko tak pernah menuntut balas, lho.

Terbolak balik kah kalian membaca? Kuharap bisa paham ya, hehe. 

Konsep ini dalam hidupku begitu kentara dan kuharap kalian para pembaca juga boleh menyadari buah dari kebaikan yang ada. Aku pribadi yang telah menerima banyak hal semenjak aku lahir, mulai dari Tuhan dan kesempatan, orang tua dan kesediaan mengasuh, teman-teman dan keceriaan juga Koko dan kewelasasihan. Aku begitu banyak menerima dan begitu tidak sanggup untuk membalas meski aku tahu mereka tak menuntut balas. Maka apa? Aku pun melakukan hal yang sama seperti mereka yang memberi aku kebaikan, tanpa menuntut. Aku bukan orang yang baik, tetapi kuusahakan sekuat tenaga memberikan kebaikan pula meski masih tertatih.

Aku tidak yakin apakah konsep ini berlaku selalu dengan hal negatif (misalnya menerima luka maka memberi luka), tetapi satu yang kuyakini dan sangat bisa kupastikan adalah Double MeMe sungguh berlaku kepada setiap hal baik yang terjadi di kehidupan. 

Kuharap kita semua akan selalu menerima dan memberi kebaikan. 

Salam enjoy dari Jenjoi!

Komentar

  1. bunyi hukum kekekalan energi "Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari 1 bentuk energi ke bentuk energi yang lain."
    Energi alam semesta adalah tetap, sehingga energi yang terlibat dalam suatu proses kimia dan fisika hanya merupakan perpindahan atau perubahan bentuk energi.

    Saya slalu percaya, apapun energi yang kita lepaskan, akan slalu kembali pada kita meski dalam bentuk yang berbeda, namun bermuatan tetap. Positif akan tetap positif, negatif akan tetap negatif.

    BalasHapus

Posting Komentar